Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Batch 2 Sukses Dilaksanakan di Kabupaten Pesisir Selatan
Pesisir Selatan, Oktober 2025 — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat sukses menyelenggarakan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Batch 2 yang berlangsung pada 28 September hingga 1 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan guru agar mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah. Pelatihan berlangsung di Kabupaten Pesisir Selatan dengan peserta terdiri dari 109 orang guru, dibimbing oleh 8 org fasilitator berpengalaman dan didukung penuh oleh BGTK Provinsi Sumatera Barat.
Guru Siap Hadapi Era Digital
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin,S.Pd.,M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang cakap digital. “Koding dan kecerdasan artifisial bukan hanya soal teknologi, tetapi juga cara berpikir kritis, kreatif, dan etis dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, para guru dibekali kemampuan dalam memahami dasar-dasar pemrograman (coding), pemikiran komputasional, serta penerapan kecerdasan artifisial (AI) di kelas. Materi pelatihan juga menekankan pentingnya etika digital, keamanan data, serta penerapan teknologi secara inklusif bagi seluruh peserta didik.
Pelatihan Berbasis Pengalaman
Kegiatan dilaksanakan menggunakan pola IN-ON-IN, yakni pembelajaran luring tahap pertama, praktik di sekolah, dan pelatihan lanjutan. Peserta berasal dari berbagai jenjang — SD, SMP, hingga SMA/SMK — yang dipersiapkan untuk mengampu mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial mulai tahun pelajaran 2025/2026.
Selama empat hari, peserta mendapatkan pelatihan intensif dengan materi antara lain:
Pemikiran komputasional adalah metode pemecahan masalah yang melibatkan empat pilar utama: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Sementara itu, literasi digital adalah kemampuan untuk menggunakan, memahami, dan mengevaluasi informasi digital secara kritis, yang mencakup etika, budaya, keterampilan, dan keamanan digital. Keduanya saling melengkapi untuk menciptakan individu yang mampu berinteraksi dan berkarya secara efektif di era digital.
Konsep Kecerdasan Buatan (AI) adalah pengembangan sistem komputer yang mampu meniru kemampuan kognitif manusia, seperti berpikir, belajar, dan memecahkan masalah. AI menggunakan data untuk mengenali pola, membuat prediksi, dan mengambil keputusan secara mandiri, sering kali melalui machine learning (pembelajaran mesin) dan natural language processing (pemrosesan bahasa alami). Contoh penerapannya adalah asisten virtual, pengenalan wajah, dan sistem rekomendasi.
Etika penggunaan AI mencakup penggunaan AI secara bertanggung jawab dengan menghindari bias, melindungi privasi data, dan tidak menyalahgunakan teknologi untuk tujuan berbahaya. Etika ini juga menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan menjaga kontrol manusia dalam pengambilan keputusan yang berdampak besar.
Kecerdasan buatan (AI) adalah serangkaian teknologi yang memungkinkan komputer untuk menjalankan fungsi tingkat lanjut, seperti kemampuan untuk melihat, memahami dan menerjemahkan bahasa lisan serta tertulis, menganalisis data, membuat rekomendasi, dan lain-lain.
Pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran adaptif dilakukan dengan menggunakan sistem cerdas untuk menyesuaikan materi belajar dengan kebutuhan, kecepatan, dan gaya belajar individu siswa. Teknologi seperti aplikasi mobile, perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan, dan analitik data digunakan untuk memberikan materi yang relevan, latihan interaktif, umpan balik instan, dan melacak kemajuan siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan inklusif.
Fasilitator dan Penyelenggara
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Batch 2 difasilitasi oleh 8 orang tenaga ahli, antara lain:
Sementara tim penyelenggara daerah dipimpin oleh Rionaldi, S.Pd, dengan dukungan staf dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan.
Hasil Evaluasi dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, seluruh fasilitator dan peserta hadir 100%, dengan pelaksanaan dinilai baik sekali dari segi substansi, fasilitas, dan kualitas pembelajaran.
Peserta dinilai telah memahami: Struktur kurikulum Koding dan AI, Desain pembelajaran kontekstual, Etika dan penerapan AI di sekolah, Serta kemampuan merancang proyek berbasis teknologi.
Menyiapkan Generasi Cakap Digital
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu daerah yang aktif mendukung implementasi kurikulum berbasis teknologi. Melalui guru-guru yang telah mengikuti pelatihan KKA, diharapkan muncul inovasi pembelajaran baru yang kreatif, relevan, dan berorientasi pada masa depan.
Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan revolusi industri 4.0 dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) di Indonesia.
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.