Pengumuman
ANTUN-INS-3512.0806_PLPP.3.2_INS_P_2025 Klik disini untuk detail Lihat Pengumuman
Logo KPP Logo RSUD

Dinas Pendidikan

Kabupaten Pesisir Selatan

PKBM di Kabupaten Pesisir Selatan Tumbuh Pesat, Perluas Akses Pendidikan Kesetaraan

11 Nov 2025 04:23:50 WIB 228x dibaca Admin Disdik
PKBM di Kabupaten Pesisir Selatan Tumbuh Pesat, Perluas Akses Pendidikan Kesetaraan

PKBM di Kabupaten Pesisir Selatan Tumbuh Pesat, Perluas Akses Pendidikan Kesetaraan

Pesisir Selatan, November 2025 — Program pendidikan kesetaraan di Kabupaten Pesisir Selatan terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Berdasarkan data Dapodikdasmen tahun 2025, tercatat terdapat 31 lembaga PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang aktif menyelenggarakan berbagai program pendidikan nonformal di 15 kecamatan.

PKBM berperan penting dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat yang belum menempuh atau menyelesaikan pendidikan formal. Hingga tahun 2025, jumlah peserta didik PKBM mencapai 6.314 orang, terdiri dari 4.722 laki-laki dan 1.592 perempuan. Peserta didik tersebar di berbagai wilayah, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan IV Jurai (2.254 orang), Linggo Sari Baganti (556 orang), dan Sutera (490 orang).

Untuk mendukung layanan pendidikan tersebut, terdapat 179 guru PKBM yang menjadi ujung tombak kegiatan belajar. Dari jumlah itu, 42 guru laki-laki dan 137 guru perempuan berperan sebagai tutor, pendamping belajar, maupun pengelola lembaga. Jumlah guru terbanyak juga berada di Kecamatan IV Jurai sebanyak 73 orang, disusul Sutera (15 orang) dan Lengayang (12 orang).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin,S.Pd.,M.Si menyampaikan bahwa PKBM memiliki posisi strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dari berbagai usia.

“PKBM bukan hanya tempat belajar bagi mereka yang belum sempat sekolah formal, tapi juga wadah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan wirausaha,” ujarnya.

Selain program kesetaraan Paket A, B, dan C, PKBM di Pesisir Selatan juga menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal, seperti menjahit, tata boga, dan kerajinan. Beberapa PKBM bahkan telah menjadi pusat kegiatan masyarakat, membuka peluang usaha baru dan meningkatkan taraf hidup warga.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas PKBM melalui:

Fasilitasi akreditasi lembaga kesetaraan, Peningkatan kompetensi tutor dan pengelola,Penyediaan sarana belajar dan bahan ajar, serta Kolaborasi dengan dunia usaha dan industri (DUDI) dalam program pelatihan dan penyaluran kerja.

Dengan keberadaan 31 PKBM, lebih dari 6 ribu peserta didik, dan 179 tenaga pendidik, Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan, sesuai visi “Pesisir Selatan Cerdas dan Berdaya Saing.”

 

PKBM Pesisir Selatan Berperan Penting Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus menunjukkan komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk bagi mereka yang sempat putus sekolah. Melalui keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), peluang untuk kembali menempuh pendidikan kini semakin terbuka lebar di berbagai kecamatan.

Menjangkau Masyarakat Rentan Pendidikan

Data “Anak Tidak Sekolah Berdasarkan Wilayah Satuan Pendidikan” menunjukkan masih terdapat sekitar 3.788 anak usia sekolah di Kabupaten Pesisir Selatan yang belum bersekolah. Angka tersebut bervariasi antar kecamatan, dengan jumlah tertinggi tercatat di:

Kecamatan Sutera: 826 anak tidak sekolah

Kecamatan Lengayang: 519 anak

Kecamatan Ranah Pesisir: 388 anak

Kecamatan Bayang: 357 anak

Sementara itu, angka terendah tercatat di:

Kecamatan Air Pura: 63 anak

Kecamatan Silaut: 79 anak

Data ini menunjukkan bahwa tantangan pemerataan pendidikan masih cukup besar di wilayah pesisir dan perbukitan yang aksesnya terbatas. Namun, PKBM hadir sebagai solusi nyata untuk menjangkau peserta didik yang kesulitan mengikuti pendidikan formal akibat faktor ekonomi, jarak, maupun sosial.

PKBM, Harapan Baru Pendidikan Inklusif

Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel dan pendekatan berbasis komunitas, PKBM mampu menampung peserta didik dari berbagai latar belakang usia dan kondisi sosial. Program pendidikan kesetaraan memberi kesempatan kepada mereka untuk memperoleh ijazah yang setara dengan sekolah formal, sekaligus meningkatkan keterampilan hidup (life skills).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan, keberadaan PKBM menjadi salah satu strategi utama untuk menekan angka putus sekolah dan mengentaskan buta huruf di daerah. Pemerintah daerah juga terus memberikan dukungan kebijakan, pembinaan, dan bantuan teknis kepada lembaga PKBM agar semakin berkualitas dan berdaya saing.

Arah Kebijakan ke Depan

Ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memperkuat sinergi antara PKBM, pemerintah nagari, dan dunia usaha dalam memperluas program pendidikan berbasis keterampilan. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat pembelajar sepanjang hayat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Dengan semangat “Tidak Ada Anak yang Tertinggal dari Pendidikan,” PKBM menjadi wujud nyata komitmen Kabupaten Pesisir Selatan untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warganya.

Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan

Bagaimana pendapat Anda?
1
0

1 Komentar

  • Avatar
    iknosi najib syam

    kenapa di kecamatan pancung soal tidak ada PKBM?

    20 Dec 2025 05:15

Berikan Komentar

Menu Aksesibilitas