Manyarang anak sumbang merupakan suatu kegiatan upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat di beberapa daerah di Kabupaten Pesisir Selatan, karena lahirnya sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan. Pelaksanaan upacara manyarang anak sumbang dilakukan oleh bako manyarang ke rumah anak pisangnya. Dalam pelaksanaan tradisi manyarang anak sumbang ini, umumnya masyarakat menggunakan benda-benda sebagai simbol dalam upacara. Benda-benda ini memiliki makna bagi masyarakat yang melakukannya. Makna simbol yang ada dalam upacara manyarang anak sumbang terlihat saat pelaksanaan upacara ini yaitu dengan manyarang, manabuih dan mamisahkan anak sumbang dapat memisahkan bathin anak sumbang secara lahir. Dalam upacara manyarang anak sumbang juga dapat memperlihatkan kebersamaan keluarga, makan bersama, rasa syukur keluarga dan do’a bersama sebagai penutup rangkaian acara. Adapun nilai-nilai yang dapat diambil dari upacara manyarang anak sumbang ini yaitu untuk menghindari/ menentang hubungan sumbang (incest), Mencari keselamatan, Silaturahmi dan Hiburan.