PESISIR SELATAN — Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan melaksanakan kegiatan Coaching Validasi dan Penyesuaian Gaji Pokok Guru ASN Penerima Tunjangan Profesi Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan akurasi data serta optimalisasi layanan administrasi kepegawaian bagi tenaga pendidik.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Darmawi, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya ketepatan data dalam mendukung kelancaran proses penyaluran tunjangan profesi guru serta penyesuaian gaji pokok ASN.
Kegiatan coaching ini dilaksanakan pada tahun 2026 dan diikuti oleh para operator sekolah, pengelola data GTK, serta guru ASN penerima tunjangan profesi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terintegrasi dengan memanfaatkan media berbasis online, sehingga memungkinkan peserta dari berbagai wilayah dapat mengikuti kegiatan secara efektif dan efisien.
Adapun tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melakukan validasi dan pembaruan (update) data pada akun GTK dan sistem sertifikasi guru, guna memastikan kesesuaian data kepegawaian dengan kondisi riil di lapangan. Hal ini menjadi sangat penting mengingat masih ditemukannya sejumlah kendala, seperti ketidaksesuaian gaji pokok, keterlambatan penyesuaian kenaikan gaji berkala, serta belum optimalnya pencairan tunjangan profesi bagi sebagian guru.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta dibimbing secara langsung dalam melakukan pengecekan, perbaikan, dan sinkronisasi data, sehingga setiap permasalahan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti. Proses coaching dilakukan secara sistematis dan terarah, dengan pendampingan teknis agar peserta dapat memahami setiap tahapan yang harus dilakukan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dalam arahannya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan terpenuhinya hak-hak guru, khususnya terkait kesejahteraan melalui gaji pokok dan tunjangan profesi. Ia berharap, setelah kegiatan ini, tidak ada lagi kendala administrasi yang menghambat proses pencairan hak guru.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap seluruh data guru menjadi valid dan sinkron, sehingga proses penyesuaian gaji dan penyaluran tunjangan profesi dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola data di tingkat satuan pendidikan, sehingga ke depan proses pengelolaan administrasi kepegawaian dapat dilakukan secara lebih tertib, akurat, dan berkelanjutan.
Dengan terlaksananya coaching ini, diharapkan seluruh guru ASN penerima tunjangan profesi di Kabupaten Pesisir Selatan dapat memperoleh haknya secara tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan secara keseluruhan.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.