Pesisir Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan gencar Sosialisasikan Program Nagari Bersekolah.
Sosialisasi dilaksanakan diAula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten dengan menghadirkan Korwildikcam, Pengurus MKKS SMP dan Ketua K3S SD se Kabupaten Pesisir Selatan, pada hari Rabu tanggal 18 Januari 2023.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Salim Muhaimin,S.Pd.,M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan juga diikuti oleh Pejabat dilingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam sambutannya Salim mengatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2021-2026, tertuang Visi yang berbunyi “mewujudkan pesisir selatan lebih sejahtera, maju, dan bermartabat didukung pemerintahan yang akuntabel dan profesional”.
Lanjutnya, Untuk menunjang pencapaian visi tersebut maka dijabarkan menjadi beberapa misi yaitu pada misi yang ke (5) mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan sumber daya manusia yang beriman, kreatif dan berdaya saing. Berdasarkan misi yang ke lima di atas, ada dua sasaran strategis dari pembangunan di bidang pendidikan. Pertama, terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
“Untuk merealisasikan sasaran strategis tersebut, disamping melaksakan pelayanan dasar pendidikan, maka kebijakan inovasi pendidikan yang diharapkan dapat mewujudkan profile pelajar pancasila serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing, melalui program pengembangan diri diluar jam sekolah dengan Program Nagari Bersekolah (PRONASA)”,ujarnya.
“Harapannya adalah nilai nilai karakter menjadi bagian aktifitas sehari hari siswa, praktik ibadah, subuh berjemaah dan magrib mengaji menjadi bagian aktifitas wajib siswa, meningkatnya prestasi siswa, pencegahan terjadinya kenakalan remaja dikalangan siswa, siswa memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan pengembangan diri, serta terbentuk kekerabatan antara siswa dari sekolah yang berbeda”,harapnya. Salim juga menyampaikan bahwa Implementasi dari program ini adalah keterlibatan semua pihak untuk pengembangan diri pada siswa pada proses pendidikan. Orang tua, masyarakat dan pemerintahan nagari (Pemerintahan Desa) dilibatkan dalam memfasilitasi berbagai kegiatan pengembangan diri (ekstrakurikuler) siswa, baik kegiatan olahraga, seni dan pengembangan budaya tradisional serta kegiatan keagamaan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Kegiatan tersebut tetap dikendalikan dari sekolah, sehingga pelaksanaan berbagai kegiatan peserta didik berlangsung sesuai silabusnya dan terukur, sesuai yang diharapkan. Disamping itu, dengan program nagari bersekolah ini, peserta didik tentu akan berkonsentrasi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk mengembangkan diri sehingga dapat mengurangi kecendrungan mereka untuk melakukan tindakan negatif yang mengarah kepada kenakalan remaja.
Untuk itu dengan program nagari bersekolah ini, seluruh aktifitas siswa dimanfaatkan untuk pengembangan diri. Program nagari bersekolah adalah kegiatan komunitas siswa yang berasal dari berbagai sekolah terdekat. Pengembangan diri diprogram berbagai bidang, seperti bidang olahraga (berbagai cabang olahraga yang diminati oleh siswa), pengembangan seni budaya dan pembinaan imtaq (tahfiz alqu’an, subuh berjemaah dan magrib mengaji).
Kegiatan pembinaan tahfiz alqur’an, subuh berjemaah dan magrib mengaji, didampingi oleh guru yang kompeten, guru guru ini berasal dari sekolah dan dari masyarakat, dalam pelaksanaannya, kita pastikan memiliki kurikulum sesuai dengan level siswa. Pencapaian kemampuan siswa terukur dari dua aspek, yaitu dari guru pembimbing sebagai pendamping yang bertatap muka dengan siswa, serta dari guru guru asal sekolah siswa, yaitu guru kelas/wali kelasnya. Semua guru dibekali dengan kartu kendali pencapaian siswa dalam proses pembimbingan.
“Pengendalian aktifitas pengembangan diri siswa dikelola melalui sistem aplikasi PRONASA, setiap aktifitas dan pencapaian siswa akan dinput dalam sistem aplikasi oleh guru pembimbing/pelatih, di sekolah tugas guru kelas atau wali kelas melakukan coaching terhadap siswa binaannya, proses coaching untuk memastikan bahwa siswa yang mengikuti program dikumunitasnya berjalan lancar dan pencapaian kompetensinya bertambah selama mengikuti program tersebut”tutupnya.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.