Sapa Sekolah 13 Februari 2026 Peran Komite Sekolah dalam Pengelolaan Sekolah
Kegiatan Sapa Sekolah kembali digelar pada Jumat, 13 Februari 2026, dengan mengangkat tema “Peran Komite Sekolah dalam Pengelolaan Sekolah.” Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, komite sekolah, serta unsur masyarakat dalam mendukung tata kelola sekolah yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kemajuan peserta didik.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa komite sekolah memiliki empat fungsi utama, yakni sebagai pemberi pertimbangan (advisory), pendukung (supporting), pengontrol (controlling), serta mediator antara sekolah dengan masyarakat. Keempat fungsi ini harus berjalan secara konstruktif untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah.
Pemaparan materi dalam kegiatan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, S.Pd., M.Si, yang menekankan pentingnya penguatan peran komite sekolah sebagai mitra strategis dalam pengelolaan pendidikan. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa komite bukan hanya pelengkap administrasi, tetapi bagian penting dalam memastikan kebijakan sekolah berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan peserta didik.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa tujuan pembentukan komite sekolah adalah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan, memastikan transparansi pengelolaan sekolah, serta mengawal penggunaan anggaran seperti dana BOS agar benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan siswa, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana. Semua aktivitas sekolah diketahui oleh komite sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan kemitraan yang sehat antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan komite.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya melalui program Nagari Pandai dan Nagari Mengaji yang berperan aktif dalam mendukung pendidikan pada jenjang PAUD, SD, pendidikan nonformal, hingga SMP. Program Nagari Pandai difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, pembinaan akademik, serta pengembangan minat dan bakat siswa melalui kegiatan tambahan di luar jam sekolah. Program ini menghadirkan pelatih dan pembina yang berinteraksi langsung dengan siswa, sehingga tercipta hubungan emosional, keakraban, dan semangat belajar yang lebih tinggi.
Sementara itu, Program Nagari Mengaji menitikberatkan pada penguatan pendidikan karakter dan spiritual melalui kegiatan membaca Al-Qur’an, pembinaan IMTAQ, pemahaman nilai-nilai keislaman, serta pembentukan akhlak mulia. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif antara sekolah, orang tua, ninik mamak, dan bundo kandung, sehingga pendidikan agama tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga berlanjut di lingkungan masyarakat.
Program-program tersebut tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga pembentukan kompetensi anak yang mencakup kemampuan berpikir, keterampilan bertindak, sikap, serta karakter. Proses pendidikan harus mampu mengolah seluruh potensi anak sesuai kodrat alam dan kodrat generasinya.
Melalui program Nagari Pandai, tercipta interaksi positif antara siswa dengan pelatih di luar jam sekolah, antar siswa, serta dengan guru lain. Terjalin hubungan emosional, keakraban, dan silaturahmi yang memperkuat pembinaan karakter. Peran komite sekolah bersama ninik mamak dan bundo kandung juga diharapkan aktif menanyakan perkembangan perilaku, sikap, serta prestasi anak-anak, sehingga pengawasan pendidikan berjalan bersama antara sekolah dan masyarakat.
Harapannya, siswa dapat mengikuti berbagai kegiatan positif seperti IMTAQ, Pramuka, dan aktivitas pembinaan lainnya agar tidak memiliki terlalu banyak waktu kosong yang dapat memicu kenakalan remaja.
Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan juga telah merancang program Ramadan, seperti Pesantren Ramadan dan Ramadan Ceria untuk jenjang PAUD yang diisi dengan cerita nabi, pembelajaran kepahlawanan, membaca Al-Qur’an, serta permainan islami edukatif. Siswa kelas VI SD difokuskan pada persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), kelas IV dan V SD melaksanakan pesantren di masjid sekitar sekolah, sementara kelas IX SMP mendapatkan pembinaan khusus menghadapi TKA.
Dalam sesi dialog dan tanya jawab, beberapa sekolah menyampaikan pertanyaan serta kendala terkait optimalisasi peran komite sekolah, di antaranya SMP Negeri 4 Painan, SD Negeri 32 Salido, SD Negeri 14 Laban, dan SDN 19 Pasar Lama. Pertanyaan yang muncul berkaitan dengan penguatan fungsi komite agar benar-benar berfungsi secara aktif, konstruktif, dan mampu menjadi mitra strategis dalam pengambilan kebijakan di sekolah.
Melalui kegiatan Sapa Sekolah ini, diharapkan seluruh pengurus komite sekolah dapat menjalankan fungsinya secara maksimal dan transparan, sehingga pengelolaan sekolah berjalan lebih baik, akuntabel, serta berdampak nyata terhadap perkembangan pendidikan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.