Pesisir Selatan — Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan kembali melaksanakan kegiatan rutin SAPA SEKOLAH dengan fokus utama pada penguatan Program Nagari Mengaji sebagai bagian dari strategi pembangunan karakter religius peserta didik dan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan SAPA SEKOLAH dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, S.Pd., M.Si. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Program Nagari Mengaji merupakan program strategis daerah yang harus dilaksanakan secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan dengan dukungan penuh seluruh unsur pendidikan, khususnya Guru PAI sebagai ujung tombak pembinaan keagamaan di sekolah dan masyarakat.
Program Nagari Mengaji bertujuan menumbuhkan budaya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an di lingkungan nagari, sekolah, dan keluarga. Program ini terintegrasi dengan Gerakan Jumat RAMAH, Program Siswa Mengaji, dan Semarak Asmaul Husna, sehingga membentuk ekosistem pendidikan yang religius, harmonis, dan berkarakter.
"Teknis Pelaksanaan Program Nagari Mengaji"
Dalam pelaksanaannya, Program Nagari Mengaji dilaksanakan melalui beberapa tahapan teknis sebagai berikut:
1. Pemetaan Kemampuan Mengaji Peserta Didik
Sekolah melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan mengaji peserta didik, yang dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, yaitu:
- Peserta didik yang belum pandai mengaji
- Peserta didik yang baru mengenal huruf hijaiyah
- Peserta didik yang sudah pandai mengaji
- Peserta didik yang mahir mengaji
Pemetaan ini menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembelajaran dan pendampingan yang tepat sasaran.
2. Penyusunan Program dan Jadwal Pembelajaran
Guru PAI menyusun program pembelajaran mengaji yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan hasil pemetaan kemampuan siswa. Kegiatan mengaji dilaksanakan secara rutin, baik melalui pembiasaan harian, kegiatan intrakurikuler, maupun kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
3. Pelaksanaan Pembelajaran dan Pembiasaan
Pembelajaran mengaji dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, meliputi:
- Pembelajaran membaca Al-Qur’an secara tartil dan tahsin
- Pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum atau sesudah kegiatan belajar
- Pembiasaan membaca dan menghafal Asmaul Husna secara bersama-sama
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an.
4. Pendampingan dan Pembimbingan Intensif
Guru PAI berperan aktif dalam membimbing peserta didik sesuai tingkat kemampuannya. Peserta didik yang masih belum lancar mendapatkan pendampingan khusus, sementara peserta didik yang sudah mahir diarahkan untuk meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan.
5. Penilaian dan Evaluasi Berkala
Sekolah melaksanakan penilaian kemampuan mengaji peserta didik secara berkala untuk mengukur perkembangan dan capaian pembelajaran. Hasil penilaian ini menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan program serta tindak lanjut pembinaan.
6. Pelibatan Lingkungan Nagari dan Lintas Sektor
Program Nagari Mengaji dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan Kepala KUA, Penyuluh Agama, pemerintah nagari, Kepala Sekolah dan Madrasah, Guru MDT/TPQ, Rumah Tahfiz, serta orang tua siswa, sehingga pembiasaan mengaji tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Sinergi Program Religius
Penguatan Program Nagari Mengaji juga didukung melalui Gerakan Jumat RAMAH yang berlandaskan nilai Rahmat, Silaturahmi, dan Gotong Royong. Gerakan ini dilaksanakan secara rutin dari Kamis malam hingga Jumat dan bergilir di 15 kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan sebagai bentuk pendekatan religius dan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Selain itu, melalui Program Siswa Mengaji dan Semarak Asmaul Husna, peserta didik dibina secara berjenjang sesuai tingkat pendidikan, mulai dari kemampuan dasar membaca Al-Qur’an hingga peningkatan kualitas bacaan dan hafalan.
Melalui pelaksanaan SAPA SEKOLAH yang menitikberatkan pada penguatan Program Nagari Mengaji secara teknis dan terstruktur, Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan berharap terwujud peserta didik yang religius, peduli, dan harmonis, serta terbentuk generasi Qur’ani yang beriman, berakhlakul karimah, dan memiliki kepribadian yang kuat sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia daerah dan Pembangunan Program Pendidikan "Nagari Pandai dan Nagari Mangaji".
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.