Pengumuman
ANTUN-INS-3512.0806_PLPP.3.2_INS_P_2025 Klik disini untuk detail Lihat Pengumuman
Logo KPP Logo RSUD

Dinas Pendidikan

Kabupaten Pesisir Selatan

Teknologi Digital demi Pembelajaran Lebih Menarik dan Bermakna

14 Jun 2023 15:54:38 WIB 114x dibaca Admin Disdik
Teknologi Digital demi Pembelajaran Lebih Menarik dan Bermakna

Pesisir Selatan, Di era digitalisasi, guru harus mampu memanfaatkan teknologi agar menghadirkan pembelajaran yang jauh lebih menarik dan bermakna. Untuk itu, pemerintah meluncurkan program pembelajaran berbasis teknologi Informasi dan komunikasi maupun sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM terus diupayakan untuk meningkatkan penguasaan teknologi.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan, program PembaTIK atau pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi serta Kihajar STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic) menjadi program unggulan untuk mendukung transformasi digital dari gerakan merdeka belajar. Transformasi digital dinilai sebagai kunci dari upaya memajukan pendidikan

”Tanpa transformasi digital, pendidikan dapat tertinggal jauh. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menghadirkan pembelajaran yang jauh lebih menarik dan bermakna,” ujarnya.

Nadiem menyampaikan hal itu dalam peluncuran program PembaTIK dan Kihajar STEM 2023 yang juga diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan secara daring bertema ”Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar”, di Jakarta, Kamis (8/6/2023).

Tidak hanya guru, para pelajar juga harus siap mulai dari sekarang dalam menghadapi perkembangan zaman dan menjadi inovator di masa depan. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berkomitmen untuk membuat terobosan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan.

”Para pelajar yang mengikuti Kihajar STEM juga diharapkan membagi ilmu yang diperoleh kepada teman-teman lain sehingga kian banyak anak di Indonesia yang mahir memakai teknologi,” kata Nadiem.

Pada tahun 2022, lebih dari 29.000 guru mengikuti PembaTIK dan 28.000 pelajar mengikuti Kihajar STEM. Harapannya, jumlah peserta tahun ini bisa meningkat. Tanpa transformasi digital, pendidikan dapat tertinggal jauh. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menghadirkan pembelajaran yang jauh lebih menarik dan bermakna. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek Muhammad Hasan Chabibie menyampaikan, dengan semangat merdeka belajar, pihaknya berupaya untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, seperti guru, orangtua, dan dunia industri.

Sejauh ini Kemendikbudristek telah meluncurkan program digitalisasi di sekolah hingga di pelosok Indonesia. Hal ini dinilai penting dilakukan mengingat pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi merupakan media yang tepat untuk melahirkan generasi cakap digital. Jumlah peningkatan guru yang mendaftar program PembaTIK pada 2022 juga menunjukkan bahwa para guru terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi dirinya di bidang TIK.

”Sementara pendaftar Kihajar STEM 2022 sebanyak 9.585 tim dari 2.386 sekolah dan 60 persennya telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penyelenggaraan Kihajar STEM sebagai upaya meningkatkan keterampilan 4C, yaitu critical thinking, creativity, collaboration, dan communication,” tutur Hasan.

Pada kesempatan sama, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti menyampaikan, program PembaTIK dan Kihajar STEM merupakan upaya pemerintah membentuk wadah bagi para pendidik dan peserta didik untuk bertemu, belajar, saling kenal, sekaligus membangun komunitas.

Menurut Suharti, banyaknya sekolah di Indonesia yang sudah mengimplementasikan Merdeka Belajar memberikan peluang lebih besar bagi Kemendikbudristek untuk mengeksplorasi hal baru. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani menambahkan, kemajuan teknologi di Indonesia memiliki dampak positif dan berpeluang besar dalam mengoptimalkan peningkatan mutu pendidikan, termasuk guru dan tenaga pendidik.

Sementara Kemendikbudristek telah mengeluarkan paket kebijakan dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital di sekolah Indonesia. Seluruh sekolah danpihak terkait juga perlu melakukan transisi dan menggunakan kekuatan teknologi dalam menjalankan kebijakan dan program. ”Bagi para guru, ada empat level yang harus dikuasai yakni literasi, implementasi, level kreasi, serta berbagi dan berkolaborasi. Saat ini hal yang dibutuhkan ialah tekad dari murid dan guru untuk memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya,” kata Nunuk.

Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Jenderal Kemendikbudristek Iwan Syahril menambahkan, perkembangan teknologi yang begitu cepat mengharuskan masyarakat memiliki keterampilan. Secara terpisah, pemerhati pendidikan Indra Charismiadji menyebut, program digitalisasi pendidikan Indonesia belum memiliki perencanaan. Karena itu Kemendikbudristek mematangkan rencana digitalisasi pendidikan.

”Pemerintah belum memiliki konsep dan hanya fokus untuk membuat aplikasi,” kata Indra. Menurut Indra, Pemerintah Indonesia perlu mencontoh Singapura. Meski merupakan negara kecil, Singapura dari tahun 1997 telah memiliki perencanaan digitalisasi pendidikan dan sekarang telah memasuki fase kelima.

Bagaimana pendapat Anda?
0
0

0 Komentar

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.

Bagikan:

Berikan Komentar

Menu Aksesibilitas